Cara Ampuh Beli Rumah Baru untuk Pasangan Muda



Bagi anda yang ingin membeli Rumah baru, ada beberapa pertimbangan dalam memutuskan hal yang cukup penting ini, alasan utama biasanya terkendala kondisi keuangan yang belum stabil.

Setiap Keluarga terutama untuk pasangan muda, Memiliki sebuah Rumah Baru pasti adalah salah satu Impian yang harus dicapai.

Dan untuk mewududkan keinginan anda yang satu ini, terdapat banyak cara, salah satunya adalah dengan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Jadi, jika Anda dan pasangan sudah memiliki tekad bulat untuk memiliki rumah sendiri dengan bantuan KPR, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan agar ke depannya tidak kesulitan:

Keuangan yang teralokasi

Membuat rencana keuangan bagi keluarga selama sebulan bukanlah hal yang mudah. Bisa dibilang ini adalah hal paling berat yang harus dilakukan oleh semua keluarga, baru atau lama.
Namun, jika melakukannya, maka beban Anda hingga setahun atau dua tahun ke depan akan berkurang.
Caranya, hitung jumlah pendapatan Anda dan pasangan setiap bulannya, kemudian buat alokasi-alokasi dana.
Jangan hanya membuat alokasi dana untuk pengeluaran bulanan dan harian saja. Sebaiknya Anda juga membuat alokasi untuk tabungan atau investasi lainnya.
Kalau perlu, pisahkan tabungan untuk mengumpulkan uang muka membeli rumah dengan tabungan pribadi Anda. 
Hitung dengan Teliti

Urusan beli rumah adalah urusan jangka panjang. 

Pada tips membeli rumah yang pertama ini, Fox Business menyarankan Anda untuk menghitung secara cermat berapa ongkos dan biaya yang akan dikeluarkan secara total untuk rumah baru itu. 

Hitungan tersebut termasuk uang muka, besaran uang cicilan per bulan, pajak, bunga jangka panjang, asuransi, dan utilitas lainnya, mulai dari pemasangan infrastruktur, ongkos pulang – pergi, atau ongkos-ongkos perbaikan yang diperlukan.

Jangan sampai Anda tergiur iklan cicilan murah per bulan, tapi ternyata ada tambahan biaya lain yang belum terhitung dan begitu dijumlah angkanya menjadi luar biasa. 

Hitunglah dengan membayangkan Anda dan keluarga akan menempati rumah itu dalam waktu bertahun-tahun, lalu sesuaikan dengan budget rumah tangga. 

Upayakan batasannya adalah tidak lebih dari 30 persen pendapatan Anda maupun gabungan pendapatan Anda dan pasangan.

Survey dan Pelajari Lingkungan Rumah

Perlu diingat bahwa rumah yang akan Anda tempati nantinya adalah untuk membesarkan anak dan keluarga Anda. 

Pastikan Anda sudah survei ke lokasi dan mengetahui secara pasti calon lingkungan maupun tetangga Anda nantinya. 

Sesuaikan dengan pola hidup yang Anda impikan bersama keluarga nantinya.
Ketahui kemampuan bayar

Jangan terburu-buru beli rumah besar! Jangan pula terburu-buru beli rumah di tengah kota! Kenapa? Rumah besar dan rumah yang terletak di tengan kota bisa jadi sangatlah mahal.
Jika pendapatan yang telah disisihkan tidak akan mampu untuk membayar cicilan, lebih baik Anda mencari rumah yang lebih kecil atau berlokasi sedikit jauh dari pusat kota; tentu saja berada di lingkungan yang aman.
Diskusikan dengan pasangan dan pihak bank tentang besar cicilan yang harus dibayar setiap bulannya. Jangan malu untuk melakukan tawar-menawar dengan pihak bank.
Sebab selama penawaran Anda masuk di akal, maka bank akan mengabulkannya. 

Hitung utang sekarang

Kredit barang elektronik, perkakas rumah tangga, dan lainnya, meski kelihatan enteng namun bisa juga memberatkan jika bertumpuk-tumpuk. 
Sebab, tidak jarang pasangan muda memiliki banyak keinginan untuk membeli barang ini-itu.
Bayangkan jika kredit kendaraan bermotor Anda masih ditumpuk dengan kredit televisi layar plasma, kredit pendingin ruangan, kredit ponsel, dan lain sebagainya.
Jika setelah dihitung total angsuran, dan pengeluaran kredit lebih dari 60 persen total pendapatan Anda dan pasangan, maka tunda dulu keinginan untuk membeli rumah.
Lebih baik Anda lunasi utang-utang tersebut hingga paling tidak tersisa 30 persen dari pendapatan Anda untuk menjadi kewajiban membayar angsuran.

Alasannya, nantinya bank atau penyedia kredit akan menghitung total semua utang yang Anda miliki untuk dikurangkan ke total pendapatan bersih bulanan.
Jika hasil akhirnya tidak mencukupi untuk membayar cicilan minimal rumah impian Anda, maka bisa jadi bank tidak akan mengabulkan permohonan KPR Anda.

Tahu harga pasaran
Selanjutnya kamu harus tau harga-harga rumah dipasaran khususnya harga rumah dilokasi yang kamu inginkan. 
Untuk lebih jelasnya kamu sebaiknya melakukan survei kelokasi atau menanyakan ke marketing atau agen property. Agar kamu dapat mempersiapkan uang yang kamu butuhkan untuk membeli rumah.
Kamu juga harus tau bagaimana system KPR untuk yang sudah berumah tangga, untuk system KPR biasanya dana untuk uang muka dihitung 10% dari harga rumah tersebut, lalu kamu dapat mencicilnya dengan perbandingan 1:3 dari gaji atau pendapatan kamu, jadi jumlah cicilan kamu harus 1/3 dari gajimu. 
Contohnya bila cicilan rumah kamu sebesar 3 juta rupiah berarti kamu harus memiliki penghasilan/gaji kurang lebih 9-10 juta perbulannya. Oia, perlu diketahui  harga rumah setiap tahunnya selalu naik loh ada yang naik 10% setiap tahunnya bahkan hingga 30%. 

Untuk itu jika kamu benar-benar ingin memiliki rumah, jangan lama-lama menunda ya

Riset dan Bandingkan Sumber Pinjaman

Jika Anda memilih membeli rumah dengan sistem cicilan atau KPR, jangan lelah untuk riset dan membandingkan tawaran KPR yang disediakan oleh beberapa bank. 
Masih dari Fox Business, upayakan Anda menghitung tawaran bunga pinjaman secara teliti. 
Terutama soal skema yang dipilih, apakah menggunakan bunga tetap, fluktuatif, dan lainnya. 
Jangan ragu juga bertanya soal faslitas pinjaman yang bisa diberikan oleh bank kepada Anda.
Siapkan Dokumen untuk KPR
Jika kamu sudah menetapkan rumah yang akan di beli, sekarang waktunya persiapkan dokumen-dokumen yang kamu perlukan sebagai syarat pengajuan KPR dan segera masukkan permohonan pengajuan KPR ke beberapa Bank sekaligus, dengan demikian memungkinkan peluang pengajuan KPR mu di setujui oleh bank makin besar. Untuk tips pilihlah bank yang memberi KPR dengan plafond tertinggi, bunga terendah dan masa kredit terlama. 
Hal tersebut bertujuan untuk memperingan kamu untuk membayar cicilan jika nanti anda sudah membelinya.
Jangan Menunggu Pasar

Pergerakan pasar properti serba tak pasti. Jangan pernah menunggu pasar turun atau suku bunga turun. 
Jika nilai rumahnya memang cocok dan masuk hitungan Anda, jangan ragu untuk membeli. 
Menurut HGTV, jika terlalu lama menunggu kondisi ekonomi yang serba tak pasti, bisa jadi Anda kehilangan kesempatan memiliki rumah terbaik.

Besar Bukan Berarti Lebih Baik

Memilih rumah pada intinya adalah menyesuaikan. Jadi jangan terpaku pada ukuran yang besar. 

Lihat lingkungan Anda baik-baik, jika rumah besar itu adalah satu-satunya di sana, kemungkinan untuk laku dijual kembali dengan harga tinggi sangatlah kecil.

Hindari Emosi Saat Memilih

Tips membeli rumah yang terakhir, namun tak kalah penting adalah selalu mengingat bahwa Anda sedang memilih rumah, bukan mengencaninya. 

Jadi jangan terpikat hal-hal emosional seperti halaman belakang yang bagus, cat yang menarik, dan hal lain yang sifatnya personal. 

Bagaimana pun rumah adalah salah satu bentuk investasi jangka panjang, nilainya ditentukan dari lokasi, struktur, dan hal lain yang bisa membuat nilai rumah semakin naik.

Demikian, Cara Ampuh Beli Rumah Baru untuk Pasangan Muda, Semoga bisa anda aplikasi kan dengan baik dalam memilih rumah baru idaman anda, terima kasih.

Contact

Talk to us

Silakan Kunjungi Lokasi Kami di :

Address:

Jl. Cabe III, Pondok Cabe Ilir, Tangerang Selatan

Work Time:

Monday - Sunday from 08.00 - 17.00

Phone/Whatsapp:

0813 1955 0436